Anak Bawah Umur Menjadi Pelaku Pembunuhan Sadis

Anak Bawah Umur Menjadi Pelaku Pembunuhan Sadis – Tiga pelaku dibawah umur (anak-anank) pembunuhan sadis di Kota Malang, Jawa Timur telah di vonis 9 tahun 8 bukan. Vonis ketiganya akan lebih ringan dibanding tuntutan jaksa akan memberikan 10 tahun penjara.

Anak Bawah Umur Menjadi Pelaku Pembunuhan Sadis

Anak Bawah Umur Menjadi Pelaku Pembunuhan Sadis
Anak Bawah Umur Menjadi Pelaku Pembunuhan Sadis

Ketiga pelaku yaitu SFS (17), DNS (17) juga pelaku perempuan IDA (17) telah dinyatakan bersalah sebab melakukan pembunuhan ke Zainudin (21), korban adalah seorang karyawan pabrik roti Yang berasal Madura. Dan vonis ini akan dijatuhkan didalam sebuah persidangan yang tertutup dengan Majelis, Hakim Pengadilan Negeri Kota Malang.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Malang, Ubaidillah menjelaskan, ketiga pelaku ini akan di dakwa pasal 340 KUHP sebab melakukan pembunuhan berencana dan pasal 338 KUHP subsuder 170 ayat 3 KUHP. Sebab para pelaku masih di bawah umur maka akan dituntut 10 tahun.

“Sebab mereka masih anak-anak, maka hitungannya akan diberikan hitungan setengahnya dari orang dewasa. Dan ketiganya telah divonis 9 tahun 8 bulan,” ungkapnya di Kota Malang, Selasa (10/10).

Dan dari pelaku lain yaitu (19)  dan Yani Dedy Saputra (21) warga Jalan Kalisari Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkadang dengan Mas’ud (26) warga Jalan Muharto VB Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkadang masih didalam proses persidangan.

Juga kita harus ketahui, semua ini berawal menemukan jasad ada bekas luka gorok di bagian leher dan bacokan di tubuh dan tangan. Jasad ditemukan di daerah rolak sungai Kedungkadang oleh seorang penjaga burung, Rabu, 30 Agustus 2017.

Jasad itu langsung diketahui yaitu Zainudin, mantan pacar IDA. korban ternyata di bunuh dengan enam pelaku, sebab urusan mereka hanya ponsel. Yaitu ponsel yang dipunyai IDA yang telah dibawa korban, sebab tidak dibayar dengan harga sesuai yang diinginkan sipemiliknya.

Masalah ini tidak dapat berhasil diselesaikan dan pada akhirnya IDA langsung melibatkan kakak kandungnya dan pacar barunya. Mereka diminta untuk bantu menyelesaikan masalah ini sampai berujung dengan melakukan pembunuhan.

Korba dijemput IDA supaya dapat menyelesaikan permasalahan di Lapangan Rampal Kota Malang. Tetapi dari pembicaraan alot dan tidak diberikan kata sepakat, sampai muncul dipikiran mereka untuk menghabisi korban.

Pelaku juga korban lalu pegi ke Lapangan Velodrom bersama Dalih untuk mencari tempat ngopi dan dapat melanjutkan pembicaraan mereka. Sebab lokasi ramai dengan orang-orang maka mereka pergi ke Kedungkang, yang dimana jasad korban ditemukan.

Demikian berita dari Mataberita