Mata Berita

Beberapa Bencana Besar Yang Terjadi Sebelum Adanya Manusia

Beberapa Bencana Besar Yang Terjadi Sebelum Adanya Manusia – Planet Bumi yang saat ini kita tinggali sebenarnya bukanlah planet yang tenang seperti yang kita lihat selama ini. Karena sebelumnya Bumi juga telah mengalami berbagai kejadian yang mengerikan di masa lalu.

Beberapa Bencana Besar Yang Terjadi Sebelum Adanya Manusia

Para ilmuwan telah banyak mempelajari semua detail yang cukup untuk dipelajari dan dijadikan informasi untuk kita semua. Mungkin kita semua tahu tentang bencana seperti apa yang melenyapkan dinosaurus. Akan tetapi, masih banyak juga ternyata bencana yang bisa sebut ‘Kiamat’ pada saat itu, yang bahkan bisa melenyapkan manusia seketika jika manusia sudah hidup pada jaman tersebut, Beberapa Bencana Besar Yang Terjadi Sebelum Adanya Manusia seperti berikut ini:

Ledakan Sinar Gamma.
Antariksa memang terlihat sangat tenang dan begitu damai jika sebatas kita lihat dari gambarnya. Meskipun begitu, bukan berarti Antariksa bukanlah tempat yang mengerikan, ternyata tempat itu bahkan lebih kejam dan begitu mengerikan.

Ledakan Sinar Gamma
Ledakan Sinar Gamma

Seperti ketika terjadinya ledakan sinar gamma, ledakan tersebut merupakan yang paling kuat dan terbesar di alam semesta. Dan, hal ini pun pernah terjadi sekitar 200 juta tahun sebelum dinosaurus pertama lahir yakni pada Periode Ordovician.

Studi dari ilmuwan NASA dan Brian Thomas, ilmuwan cahon PhD dari University of Kansas ini menjelaskan bahwa ledakan sinar gamma memiliki kekuatan yang melebihi nalar manusia. Pikirkan saja, 10 detik ledakan dari jarak 6.000 tahun cahaya dari Bumi, mampu menghancurkan setengah ozon dari Bumi. Kejadian seperti itu saja sudah cukup untuk memusnahkan seluruh makhluk hidup karena radiasi Matahari.

Banjir Gibraltar.
Kejadian banjir yang paling besar mungkin adalah kejadian banjir Gibraltar, banjir tersebut bisa dikategorikan salah satu ‘kiamat’ skala kecil, namun berhasil mengubah ekosistem. Di sekitar 5 juta tahun yang lalu, terjadi kenaikan air laut di Selat Gibraltar, ┬áDulu Laut Mediterania tidak pernah ada, dan dulunya daratan Eropa dan Afrika tergabung menjadi satu. Akan tetapi, di akhir jaman es, permukaan laut terus naik.

Selat Gibraltar yang pada awalnya memblokade adanya air laut hingga laut mediterania kering kerontang, yang pada akhirnya terisi kembali secara masif.

Dicatat sekitar 90 Persen cekungan terisi dalam periode dua tahun, dengan kecepatan mengisi 10 meter ketinggian per harinya. Sehingga pulau yang ada ini disebabkan oleh banjir air asin yang terbesar di dunia.

Semua flora dan fauna non laut di area tersebut musnah, terganti dengan munculnya area laut baru yang memisahkan Afrika utara dan Eropa.

Younger Dryas dan Danau Agassiz
Pada saat 13.000 tahun yang lalu, banyak sekali megafauna di area Amerika utara. Di antaranya adalah Mastodon, kucing yang bergigi tajam, kungkang raksasa, dan masih banyak lagi. Namun sayangnya, semuanya mengalami kepunahan karena sebuah fenomena besar terjadi di masa geologi yang bernama Younger Dyas.

Hal ini terjadi ketika mendekati akhir jaman es terakhir, pada saat Bumi sedang mengalami pemanasan dan gletser surut. Di kondisi seperti ini juga, ekosistem makhluk hidup mulai membaik. Namun tiba-tiba saja pemanasan Bumi berhenti dan temperatur global Bumi anjlok. Temperatur dingin ini bertahan hingga 1.000 tahun dan menewaskan banyak spesies.

Ternyata fenomena ini terjadi karena sebuah danau bernama Danau Agassiz yang bendungan es alaminya roboh. Bendungan menjadi sangat besar, yang diperkirakan luasnya hampir 1 juta hektar. Air dingin yang mengisi danau tersebut akhirnya meleleh ke arus laut yang hangat dan mengguncang temperatur Bumi karena laut tak lagi hangat.

Beberapa Bencana Besar Yang Terjadi Sebelum Adanya Manusia

Kepunahan Permian-Triassic.
Telah dikenal dunia sains barat dengan nama “The Great Dying”, fenomena ini merupakan kepunahan massal yang paling besar dari kehidupan di Bumi. Hal ini terjadi pada saat jutaan tahun sebelum ada yang namanya dinosaurus.

Pada sekitar seperempat milyar tahun yang lalu, tepatnya ketika saat akhir era Permian, mencapai 90 persen kehidupan di Bumi musnah karena bencana ini. Hanya sekitar 4 persen saja dari kehidupan yang bertahan, dan itupun dari ekosistem laut. Hal ini diyakini terjadi dikarenakan ‘banjir erupsi basal’ dari letusan supervulkanik di area sekitar Siberia.

Yang lebih mengerikan, letusan ini tidak terjadi dari gunung, melainkan dari bukaan besar di Bumi. Kemudian, letusan ini menyebar di area yang sangat luas. Dan hal ini diyakini terjadi saat daratan Bumi terdiri dari satu benua, atau Pangaea.

Letusan tersebut mencakup area seluas 3 juta kilometer kubik, dan fenomena tersebut berlangsung selama jutaan tahun. Sehingga di era ini, Bumi diselimuti angka karbon dan sulfur dioksida yang tinggi.

Hujan batu angkasa.
Coba bayangkan saja jika Bumi dihujani dengan banyak sekali batuan angkasa yang berukuran sangat besar dengan waktu yang lama. Namun hal ini benar-benar terjadi di 3,9 miliar tahun yang lalu.

Hujan batu angkasa
Hujan batu angkasa

Fenomena dikenal dengan nama Late Heavy Bombardment ini, yang merupakan bencana yang disebabkan oleh adanya gangguan di sabuk asteroid antara Bumi dan Mars. Dan juga sudah ada beberapa bukti yang membuktikan bahwa batuan Bulan dan Bumi memiliki struktur yang serupa dan telah di simpulkan bahwa Bumi dan Bulan mengalami kejadian hujan meteorit tersebut selama 100 juta tahun.

Beberapa Bencana Besar Yang Terjadi Sebelum Adanya Manusia

Asteroid yang punahkan dinosaurus.
Di 66 juta tahun yang lalu, Bumi juga pernah mengalami ‘kiamat,’ di mana asteroid besar menghantam Bumi yang dimana mampu memusnahkan seluruh spesies Dinosaurus.

Beberapa Bencana Besar Yang Terjadi Sebelum Adanya Manusia
Beberapa Bencana Besar Yang Terjadi Sebelum Adanya Manusia

Pasca terjadinya fenomena asteroid besar tersebut yang menghantam Bumi, sinar matahari terhalau masuknya ke Bumi dikarena tetesan asam sulfur yang berasal dari asteroid tersebut seakan membuat benteng di atmosfer Bumi. Suhu Bumi secara global turun hingga kehidupan laut pun semua mati. Keadaan ini terjadi selama sekitar 3 tahun, di mana temperatur global di Bumi turun lebih dari 26 derajat celcius hingga berada di bawah titik beku.

Keadaan Bumi menjadi sangat buruk ketika saat tak ada cahaya matahari. Hal ini membuat Bumi diselimuti es. Bahkan di daerah tropis, temperatur menurun dari rata-rata 27 derajat celcius, jadi hanya 5 derajat celcius.

Pendinginan dalam jangka waktu panjang ini disebabkan oleh aerosol sulfat. Hal inilah yang membuat dinosaurus punah, ekosistem mati dan Bumi seakan-akan kiamat. Untuk aerosol sulfat ini hilang dari atmosfer Bumi, dan membuat satu persatu flora tumbuh secara perlahan dan membentuk ekosistem baru, Bumi membutuhkan waktu selama 30 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, iklim Bumi telah kembali normal.