Pembongkaran 30 Rumah Di Jakarta Selatan

Pembongkaran 30 Rumah Di Jakarta Selatan – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan teleh membongkar 30 rumah yang berdiri di atas lahan di samping RS Tebet, Jalan MT Haryono, Kamis (12/10/2017) pagi.

Pembongkaran 30 Rumah Di Jakarta Selatan

Pembongkaran 30 Rumah Di Jakarta Selatan
Pembongkaran 30 Rumah Di Jakarta Selatan

Pembongkaran akan dimulai berlangsung dalam pukul 09.00. Tetapi rumha-rumah pemanen akan dibongkar meskipun masih ada warga yang menghuni rumah tersebut.

Terus, waktu anggota Satpol PP dan alat berat mereka datang, warga juga tidak mempunyai pilihan untuk langsung mengangkut barang-barang mereka keluar dari rumah.

Dari beberapa warga juga kelihatan tidak senang dan marah-marah. Tetapi mereka tidak membuat perlawanan.

Mereka langsung mengeluarkan kasur, lemari, kulkas, dan barang-barang elektronik. Ada juga orang sibuk menyelamatkan peliharaan mereka yaitu anjing dan kucing peliharaan mereka.

Dari pada itu, warga yang mempunyai warung rokok yang di deretan depan juga sibuk mengeluarkan barang dagangannya. Kayu, kusen, dan asbes masih bagus, dibongkat sendiri oleh warga tersebut.

Satpol PP membentu warga mengangkat barang mereka. Sementara di belakakg itu, Jalan Tebet Barat Dalam X, warga bekumpul disana sampai menutupi jalan.

Perabot warga telah memenuhi semua sudut jalan. Dan sebagian warga sibuk menumpuk barang, dan juga dari sebagian mereka melihat back hoe menrobohkan rumah.

Oca (50), Mengatakan kalau dia dan istrinya sudah menempati tanah tersebut dari tahub 1962. Mertuanya merupakan pegawai PT Pelayaran Bahtera Adiguna yang menyebut mempunyai tanah tersebut.

“Saat ini saya tidak tau lagi harus tinggal dimana,” ungkap Oca yang dijumpai pada saat sibuk untuk mengambil barang-barangnya.

Dan sementara ini Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Arifin menjelaskan penertiban ini dilakukan dengan atas permintaan PT Pelayaran Bahtera Adiguna. Perusaan yang ada berada dibawah naungan PT PLN terseut mempunyai Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 1860/Tebet Barat.

“Warga sudah kalau menempatibya, sewaktu sengketa lama, putuskan inkracht ya ini punya perusahaan kami harus patuhi,” kata Arifin.

Demikian berita dari Mataberita