Mata Berita

Remaja Mengamuk Dikarenakan Mekonsumsi PCC

Remaja Mengamuk Dikarenakan Mekonsumsi PCC – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Murniati mengatakan kalau korban menyalahgunakan obat dalam satu hari menambah menjadi 50 orang.

Remaja Mengamuk Dikarenakan Mekonsumsi PCC

Remaja Mengamuk Dikarenakan Mekonsumsi PCC
Remaja Mengamuk Dikarenakan Mekonsumsi PCC

“Kemaren pagi diketahui pendapatan kami hanya diperkirakan sekitar 30 orang, dan malam ini dapat menjadi 50 orang,” kata Murniati, di Kendari, Kamis (14/9).

Mereka dengan unsur perkaitan selalu melakukan pendataan di dalam beberapa rumah sakit sewaktu adanya pasien masuk dengan gejala kelainan yang sama.

“Setiap korban telah mengalami gejala kelainan sejenis orang yang sudah tidak waras, mengamuk, memberontak, bicara juga sudah tidak karuan sehabis mengkomsumsi obat yang ada mengandung zat berbahaya ini, sampai sebagian mereka harus diikat,” ucapnya.

Murniati mengatakan, kelakuan beberapa korban yang dapat ditangani dan juga sudah dibawak kerumahnya kalau mereka menemukan obat itu kepada orang yang tidak dikenal.

“Jenis obat itu juga ada berbentuk cairan dan ada juga bentuk tablet. kalau yang cair itu dapat di masukkan ke air minuman. Dan hingga saat ini kami juga belum lagi mendapatkan hasil jenis obat yang telah dikomsumsi oleh korban-korban ini,” ucapnya.

Dikatakan dari sebagian besar dengan korban itu yaitu anak yang sudah selesai sekolah mau pun remaja yang mempelajari sekolah dasar, SMP dan SMA, demikian juga ibu rumah tangga dan pegawai.

“Dan juga seorang korban yang masih duduk di bangku kelas VI SD meninggal dunia di karenakan mengkonsumsi sejenis obat tersebut, Sehabis mendapatan perwatan di rumah sakit,” ucapnya.

Murniati bertanggapan kondisi itu yaitu perstiwa yang luar biasa dikarenakan hanya dua hari terus ada 50 korban yang terpengaruh sejenis obat telarang dengan gejala sama dan juga berasal dari jumlah titik di Kota Kendari.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan di beberapa rumah sakit, dan terutama di Rumah Sakit Jiwa Kendari, dikarenakan tidak menutup dan dalam kemungkinan akan ada melanjutkan bertambanya orang berdatangan untuk membawa keluarganya karena telah mengalami gejala yang aneh,” ucapnya.

Demikian berita dari : Mataberita