Mata Berita

Seorang Perempuan Tewas, Sebab Ojek Online

Seorang Perempuan Tewas, Sebab Ojek Online – Sangat kasihan dengan nasibnya Dini Oktaviani. Dengan nyawanya perempuan cantik ini yang berusia 27 tahun telah tewas dibuat seorang yang bernama Peri Sugianto alias Peri.

Seorang Perempuan Tewas, Sebab Ojek Online

Seorang Perempuan Tewas, Sebab Ojek Online
Seorang Perempuan Tewas, Sebab Ojek Online

Sebelumnya, mereka sudah saling kenal sekitar 6 tahun. Ternyata, Peri ini adalah seorang ojek online langganan korban sudah dalam beberapa tahun belakangan ini.

Iya, Dini menggunakan jasa seorang Peri supaya lebih mudah menjual bisnis jual beli kosmetik.

“Mendiang (Dini) bekerja menjual kosmetik online, Lalu ada pernah join bersama saya juga koto kita ada di jalan mangga Dua Square,” kata Farah kepada wartawan, Jumat (22/9).

“Nah, memang mendingan ini selalu nyuruh gojek supaya dapat ambil barang yang untuk di jualkan dipasar pagi Mangga Dua, dia mau apa-apa suka manggil gitu. Sering nyuruh-nyuruh ojek,” Katanya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugianto menerangkan soal peristiwa yang berasal waktu korban menghubungi pelaku supaya dapat meminta tolong dapat dicarikan orang yang dapat meminjamkan sejumlah uang.

“Bukan malah mencarikan orang yang dibutuhkan agar bisa mendapatkan uang. Pelaku yang telah. Sedangkan pelaku sedang kesulitan utang punya pikiran dapat bisa menguasai harta yang dimiliki korban dalam melakukan tindakan kekerasan dengan mencekik korban sehingga membuat korban tidak berdaya lagi sampai jatuh pingsan,” penjelasan Didik.

Sehabis korban tewas yang berada di lantai, pelaku langsung memindahkan korban di atas tempat tidurnya dan juga menutupi mukanya dengan bantal. “Terus pelaku mengambil harta korban seperti perhiasan kalung, gelang, cincin, jam tangan, Hp, dan juga tv,” ucapnya.

Sehabis harta milik korban ini telah diambilnya lalu pelaku langsung meninggalkan apartemen. ini sudah termonitor dengan CCTV yang sudah terpansang di dalam beberapa sudut apartemen. “Lalu pelaku langsung pergi mengadaikan dan juga menjual barang-barang yang dimiliki korban tersebut,” kata Didik.

Pada tanggal 21 september dalam waktu pukul 01.00 WIB, PS tertangkap di Sawah Besar. Waktu polisi mengeledah kontrakan pelaku, telah di temukan barang-barang yang di punyai korban HP dan Tv juga ada uang hasil mengadaikan perhiasan yang di miliki korba.

Didik mengatakan kalau perhiasan milik korban ini digadaikan disalah satu pegadaian di penajringan dalam senilai Rp 9 juta. Hasil dari gadai itu dia belikan sepeda motor dengan seharga Rp 6,5 juta.

Pada waktu itu, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus mengatakan kalau korban sering meminta antar jemput oleh pelaku.

“Korban selalu meminta tersangka untuk dapat mengantar-jemputnya, ucapnya.

Antonisus memberitahu perkenalan keduanya terjadi sejak tahun 2010. Pada waktu itu korban masih tinggal di kawasan Kebon Jerut, Jakarta Barat. Dan pelaku ini tersangka berprofesi sebagai sidk Jockey (DJ).

Selain menjadi seorang DJ, PS dalam nyambi jadi tukang ojek online,” ucapnya.

Seba dulu korban tinggal berdekatan dengan rumah PS, juga bersangkutan berlangganan jasa ojek bersama PS. Hubungan itu menjadi putus karena korban sudah pindah di apartemen yang lumayan ajuh dari tempat tinggal tersangka sekitar tahun 2016.

Korban hijrah ke Apartemen Laguna, Pluit, Jakarta Utara tempat ia telah ditemukan tewas. saat irulah hubungan dari keduanya menjadi jauh.

“mempertahankan 2016 baru dihubungi lagi, dan meminta unruk mencairkan orang pintar itu, menurut dengan tersangkanya lho ya. dan trakhir, tersangka mendatangi apartemen korban itu tanggal 13 september itu. Dian menyaku korban ini meminta bantuan untuk dapat mencairkan pinjaman uang,” ungkapnya.

Peri yang kadung gelap mata bukanya membantu korban, tetapi malah mencekiknya sampai tewas.

Demikian berita dari : Mataberita