Mata Berita

SPORC KLHK Bongkar Sindikat Penyelundupan 225 Trenggiling di Medan

SPORC KLHK Bongkar Sindikat Penyelundupan 225 Trenggiling di Medan  Pada Selasa kemarin (13/6) di Medan penyidik dan polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menangkap sindikat penyelundupan satwa yang terlindungi yaitu 225 ekor trenggiling. Harga yang ditaksir dari hewan – hewan tersebut sekitar Rp2.5 miliar.

SPORC KLHK Bongkar Sindikat Penyelundupan 225 Trenggiling di Medan

SPORC KLHK Bongkar Sindikat Penyelundupan 225 Trenggiling di Medan
SPORC KLHK Bongkar Sindikat Penyelundupan 225 Trenggiling di Medan

Selain operasi sindikat penyelundupan satwa terlindungi tersebut penyidik juga membongkar penyelundupan 5 karung kulit / sisik trenggiling kering dan 4 karung kulir/ sisik trenggiling basa.

Pada hari kamis (14/6) Kepala Balai Penegakkan Hukum KLHK Wilayah Sumatera, Halasan Tulus dalam keterangannya mengatakan bahwa harga satwa terlindungi tersebut di taksir mencapai harga Rp2.5 miliar.

Sementara ini polisi masih menduga kepemilikan trenggiling ini dimiliki oleh H (34 tahun) dan S (42 tahun). Penggrebekan dan penangkapan tersangka berserta barang bukti di lakukan di Jln. Yos Sudarso Komplek Pergudangan 77 Medan. Sebelumnya operasi penangkalan ini telah di lakukan melalui hasil operasi Lantamal 1 Belawan bersama Penyidik dan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada waktu malam hari sebelumnya.

Kepala Balai Penegakkan Hukum KLHK Wilayah Sumatera, Halasan Tulus menjelaskan bahwa saat ini para tersangka masih dalam proses pemeriksaan Penyidik KLKH Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera di Seksi 1 di Mako SPORC Bridge Macan Tutul.

Sementara itu trenggiling-trenggiling yang masih hitu akan di periksa oleh dokter hewan. Di sisi lain Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa masalah perdangangan illegal trenggiling ini merupakan tindakan kejahatan transnational yang menjadi pusat perhatian dunia dan pasar penjualan dan pembelian hewan terlindungi ini terjadi di berapa Negara asia seperti Vietnam dan China.

Kepala Balai Penegakkan Hukum KLHK Wilayah Sumatera, Halasan Tulus mengatakan tindakan tegas pelaku kejahatan satwa dilindungi menjadi prioritas KLHK. Dan sepanjang tahun 2015 – 2017 operasi peredaran TSL ini telah menyelamatkan sekitar 6.343 TSL hidup juga  mengamankan sekitar 4.580 lembar kulit TSL dan 713 bagian tubuh lainnya. Total kejahatan yang terkait dengan TSL ditangani oleh KLHK selama dua tahun (2015-2017) setidaknya sduah  mencapai 119 kasus.