Mata Berita

Usai Konsumsi Obat Puskesmas, Tubuh Wanita ini Melepuh

Usai Konsumsi Obat Puskesmas, Tubuh Wanita ini Melepuh – Seorang ibu yang merupakan warga Kecamatan Warudoyong, Sukabumi, Jawa Barat tibaa tiba mengalami luka melepuh seperti bekas kena bakar di seluruh tubuhnya. Ibu ini bernama Ai Atimah (47).

Usai Konsumsi Obat Puskesmas, Tubuh Wanita ini Melepuh

Setelah mengonsumsi obat yang berasal dari Puskesmas Pembantu Benteng, Kecamatan Warudoyong pada hari Kamis (6/7/2017), tiba tiba saja tubuh Ibu Ai Atimah melepuh seperti kena luka bakar.

Dan saat ini Ibu Ai Atimah telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di RSUD R Syamsudin. Ibu ini tinggal di Kampung Sukasari, RT 03/08, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Sukabumi, Jawa Barat.

“Ini awalnya pada Kamis malam kemarin, setelah konsumsi obat dari puskesmas kulitnya tiba tiba melepuh,” ujar Vera Anjani (21) yang merupakan anak Ibu Ai Atimah, kepada wartawan saat di RSUD Syamsudin pada hari Senin (10/7/2017) siang tadi.

Vera mengatakan sebelum dibawa ke RSUD Syamsudin, ibundanya pergi ke Puskesmas Pembantu karena dirinya mengalami sakit panas dingin  dari waktu Senin lalu. Dan hasil pemeriksaan menyatakan ibu menderita penyakit tifus, kemudian di berilah beberapa obat penyakit tifus kepada ibu.

Setelah tiga hari di komsumsi obatnya sudah habis, tetapi wajah dan tangan ibu tiba tiba saja membengkak. Lalu mereka pun pergi lagi ke puskesmas tersebut untuk menanyakan kembali kondisi ibunya. Pihak puskesmas mengatakan penyebab bengka itu disebabkan karena iritasi, digaruk dan dibagian muka di katakan mengalami alergi.

dr. Wahyu Handriana selaku Ketua Tim Informasi dan Penanganan Keluhan Pasien, RSUD R Syamsudin menjelaskan bahwa pasien tersebut mengalami penyakit kulit akibat alergi dan infeksi  atau bisa juga di sebut sindrom Stevens-Johnson.

Dan saat ini Ibu Ai Atimah sudah berada di ruangan ICU dan juga sudah di tangani oleh dua dokter spesialis kulit dan kelamin serta dokter bedah plastik.

“Sindrom Stevens-Johnson ini perlu penanganan yang khusus, makanya itu pasien dirawat di ruang ICU,” ujar Wahyu.

Dokter Wahyu menjelaskan bahwa kematian dalam kasus sindrom Stevens-Johnson masih sangat tinggi. Dan begitu juga penyebabnya yang di ketahui dengan pasti, bisa saja berasal dari makanan atau juga dari obat obatan.

Demikian berita dari MATA BERITA