oleh

Geger! Riwayat Warga Saptosari Merawat Orang Positif Corona

MATA BERITA – Warga Baros, Monggol, Saptosari, Gunungkidul digegerkan dengan satu keluarga yang memiliki riwayat merawat orang positif Corona.

Kabar duka yang dialami oleh salah satu keluarga warga Branang Wonosari RT 10 yang ternyata telah terjangkit positif Virus Corona tanpa diketahui sebelum meninggal dunia.

Meninggalnya seorang laki-laki asal Branang Wonosari tersebut dikabarkan memiliki riwayat bepergian keluar DIY bersama keluarga besar termasuk warga Baros, Monggol, Saptosari dan mengalami kondisi drop setelah pulang. Namun sebelum meninggal, laki-laki tersebut memiliki penyakit bawaan yakni infeksi paru-paru berdasarkan hasil cek lab di RSUD Wonosari sesaat sebelum meninggal dunia.

Baca Juga : Naik Drastis, Pasien Positif Covid-19 di Sleman Hampir Tembus 30 Orang

Setelah mendengar kabar bahwa orang tuanya sakit, salah satu anaknya dari Jakarta pulang ke Rumah untuk menjenguk dan ikut merawat bersama saudaranya asal Saptosari.

Sehubungan dengan dibawanya ke RSUD wonosari, mulanya laki-laki tersebut mengalami gejala batuk, demam, dan tidak memiliki nafsu makan sehingga dibawa ke Klinik Wonosari namun hasil laboratorium menyatakan hasil baik kecuali gula darah rendah dan memiliki tekanan darah rendah yakni 90/60.

Selang beberapa hari, kondisi tersebut tidak kunjung membaik karena tubuh semakin lemas sehingga pasien dipindah ke RSUD Wonosari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pasien tersebut masuk di ruang UGD dan melakukan cek laboratorium kembali. hasil cek lab menyatakan bahwasannya pasien memiliki lekosit yang tinggi yakni 12.000 dan memiliki infeksi di tubuhnya. Infeksi tersebut belum diketahui oleh pihak RS berasal dari mana.

Pemeriksaan dilanjutkan dengan melakukan rongent paru-paru dan hasil cek lab menyatakan bahwa pasien tersebut memiliki positif infeksi paru-paru. Hasil tersebut sama seperti tahun lalu yang juga telah menerima hasil lab dan dinyatakan infeksi paru-paru.

Pasien menerima rawat inap dengan ruangan tanpa isolasi. Hanya selang satu jam pasien tersebut telah meninggal dunia dan dimakamkan dengan cara yang sama seperti jenazah positif corona. Alasan tersebut diperkuat pasien memiliki gejala sesak napas, batuk, dan demam meskipun pihak RSUD belum menyatakan ODP, PDP, maupun positif Corona. Namun pada saat memandikan jenazah, saksi mengatakan bahwa pihak RSUD tidak menggunakan APD.

Baca Juga : Ribuan Sembako Dibagikan ke Warga Terdapak Corona di Sleman

Beberapa hari setelahnya, istri daripada laki-laki yang meninggal dunia akibat infeksi paru-paru tersebut sakit dan dibawa ke RSUD. Hasil cek lab perempuan tersebut memiliki penyakit yakni pembengkakan jantung dan dinyatakan positif Virus Corona.

Pihak RSUD Wonosari kemudian mengeluarkan hasil swab pasien laki-laki yang telah meninggal tersebut yaitu suami dari istri yang terjangkit Virus Corona. Hasil tersebut menyatakan bahwasannya laki-laki tersebut dinyatakan positif Corona. Sehubungan pihak RSUD mengeluarkan hasil cek secara lambat tersebut, tidak mengurangi kesadaran keluarga dan warga sekitar untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu dilakukan juga oleh keluarga asal Baros, Monggol, Saptosari, Gunungkidul. Mereka memiliki riwayat perjalanan ke luar DIY dan merawat dua orang yang ternyata positif corona. Sehingga kecamatan Saptosari memiliki tambahan ODP atau Orang Dalam Pengawasan.

Komentar

Leave a Reply

News Feed