oleh

Jakarta Banjir Lagi, Masyarakat Merasa Lelah

Mataberita.com – Terhitung sejak 1 Januari 2020 hingga kini, sedikitnya delapan banjir cukup besar melanda Jakarta dan sekitarnya. Buruknya sistem drainase serta curah hujan tinggi dan ekstrem jadi penyebab.

Bencana banjir di Jakarta dan sekitarnya terjadi rata-rata tiap pekan selama dua bulan terakhir. Penelusuran Litbang Kompas, banjir dengan kedalaman lebih dari setengah meter di beberapa tempat hingga mengganggu akses publik terhadap angkutan umum, menutup ruas jalan tertentu, fasilitas publik skala nasional terganggu, dan ratusan warga mengungsi, terjadi sejak 1 Januari hingga Selasa (25/2/2020).

Baca Juga : Dapat Penghargaan Kemensos, Rencana Bagikan Uang Ke Warga

”Kondisi curah hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek cukup merata terjadi dari wilayah selatan hingga utara dengan intensitas tertinggi terukur pada 25 Februari pukul 07.00 di wilayah Kemayoran, yaitu 278 mm (per hari),” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, di Jakarta, Selasa.

Warga menembus banjir akibat meluapnya Kali Krukut di Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020). Banjir tidak hanya merendam sejumlah permukiman, tetapi juga memutus akses jalan di beberapa wilayah di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

Baca juga : Tetapkan Tiga Tersangka,Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Terancam Hukuman Lima Tahun Penjara

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengusulkan agar masyarakat terlibat aktif memastikan air hujan tidak melimpah ke jalanan dengan mulai membangun sumur resapan. Sebelumnya, Anies menyiagakan seluruh jajarannya turun ke lapangan membantu warga dan mengatasi banjir Jakarta.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meminta agar BUMN karya membeli pompa-pompa mobile dan manakala terjadi banjir, semua pihak bisa memanfaatkannya.

Komentar

Leave a Reply

News Feed