oleh

Jembatan Merah Rusak, Siap Diganti Yang Baru

Yogyakarta (mataberita.com) – Antrean kendaraan bermotor terjadi di Jembatan Merah baik dari arah Jalan Affandi Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman ke arah seturan maupun sebaliknya. Hal tersebut dikarenakan ada sebuah lubang yang terdapat di salah satu sisi kontruksi jalan jembatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman Sapto Winarno mengatakan jika lubang yang terdapat di jembatan merah sisi barat tersebut disebabkan oleh permukaan jalan yang semakin menipis.

Baca juga : Dapat Penghargaan Kemensos, Rencana Bagikan Uang Ke Warga

“Kami sudah rencanakan detail engineering design (DED) dan siap melaksanakan untuk pergantian jembatan baru. Untuk kapan akan dilaksanakan pembangunan, kami (DPUPKP Sleman) masih menunggu persiapan,” ujar Sapto

Lebih lanjut, Sapto dan jawatannya akan melakukan perbaikan dengan mengganti pondasi dengan kayu 10/20. Tidak hanya itu, jawatannya juga akan melakukan perbaikan di lapis aspal di Jembatan merah yang sudah mengalami kerusakan di bagian barat jembatan berupa sebuah lobang tersebut.

“Sementara jalan kami tutup, kami (DPUPKP Sleman) juga telah melakukan koordinasi dengan Dishub agar segera memasang rambu larangan truk agar tidak lewat jembatan merah,” terangnya.

Baca juga : Tetapkan Tiga Tersangka,Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Terancam Hukuman Lima Tahun Penjara

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sleman Bambang Sumedi Laksono mengatakan jika ia dan jawatannya akan terlebih dahulu melakukan analisis manajemen lalu lintas di sekitar Jembatan Merah sebelum memasang rambu larangan truk agar tidak boleh lewat.

“Berdasarkan undang-undang nomor 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pemasangan rambu-rambu wajib didahului dengan manajemen lalu lintas, jadi tidak bisa serta merta dipasang, untuk melakukan manajemen harus dilakukan studi lapangan dulu, ibarat penyakit di sana (Jembatan Merah) penyakitnya apa kita harus mengetahuinya terlebih dahulu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan jika dikaitkan dengan manajemen lalu lintas apakah di Jembatan Merah jika dipasang rambu larangan truk atau bus sudah menyelesaikan permasalahan atau belum. Untuk menentukan rambu jawatannya harus terjun ke lapangan melakukan pengkajian.(lian)

Komentar

Leave a Reply

News Feed