oleh

Pengadilan Negeri Yogyakarta bongkar kios PKL di Gondomanan

Yogyakarta– Selasa (12/11/2019), kios para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan dieksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarata sekitar pukul 09.00 WIB waktu setempat.

Bangunan kios seluas kurang lebih 28 meter persegi tersebut dieksekusi oleh juru sita PN Yogyakarta. Hal itu merupakan hal yang berat bagi kelima PKL yaitu Budianto, Agung, Sutinah, Sugiyadi dan Suwarni karena mereka terpaksa melepaskan kios mereka digusur oleh pihak PN Yogyakarta.

Selama puluhan tahun, tempat tersebut menjadi lokasi mereka untuk mencari nafkah untuk kehidupan mereka, tiga orang sebagai pembuat kunci duplikat dan dua orang lainnya berjualan bakmi dan minuman. Persoalan ini bermula ketika para PKL berhadapan dengan Eka Aryawan, pihak yang mendapatkan surat kekanciangan dari Keraton atas tanah seluas 73 meter pesersegi. Eka selaku penyewa tanah Sultan ground merasa akses masuk menuju rumahnya terhalangi oleh kios para PKL. Sehingga pada tahun 2015, Eka melalui kuasa hukumnya menggukat para PKL ke PN Yogykarta agar mengosongkan lokasi seluas kurang lebih 28 meter persegi tersebut.

Baca Juga : Yogyakarta, Banjir dan Tanah Longsor Mengintai

Para PKL, pasrah melihat lapak mereka dieksekusi oleh PN yogyakarta.Akan tetapi mereka memilih untuk mengadu kepada Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X sehari sebelumnya dengan melakukan tapa pepe (11/11/2019).  Mereka ingin melakukan tapa pepe untuk bertemu dengan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tegas Sugiyadi (53).  “ Ya, maunya menghadap Sultan (HB X), agar sithik edhing (kesedian berbagi rasa dan ruang) untuk menempati lokasi itu (yang dieksekusi)”.

Baca Juga :Cuaca di Surabaya Terasa Gerah, Ini Penyebabnya

Proses eksekusi berjalan selama hampir tiga jam, hingga akhirnya pihak PN Yogyakarta menyerahkan kuasa atas lahan tersebut kepada kuasa hukum Eka Aryawan, Oncan Purba, SH yang hadir dalam proses tersebut.

Para PKL Gondomanan tersebuut masih berharap Sri Sultan HB X dapat memberikan keadilan atas dieksekusinya tempat mencari nafkah mereka. Setelah proses eksekusi tersebut, para PKL Gondomanan melanjutkan aksi dengan melakukan longmarch menuju kantor Panitikismo di komplek Keraton Ngayogyakarta. Harapannya kelima pedagang kaki lima tetap diizinkan berjualan di lokasi tersebut.

Komentar

Leave a Reply

News Feed