oleh

Tak hanya Virus Corona, Kematian Akibat Wabah DBD Semakin Tinggi di Indonesia

MATA BERITA – Masalah yang diakibatkan oleh Virus Corona di Indonesia belum usai dan membuat masyarakat Indonesia semakin cemas. Kini curah hujan di tahun 2020 sangat tinggi hingga mengakibatkan banjir, pohon tumbang, tanah longsor, dan genangan air kotor.

Laporan Kementerian Kesehatan melalui Direktur Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tular Vector dan Zoonotik bahwasannya jumlah kasus secara nasional mencapai 16.099 orang dengan kematian 100 orang di 29 provinsi.

Di Nusa Tenggara Timur terdapat 2.711 kasus dengan angka kematian 31 orang. Di Kabupaten Sikka sendiri berada pada angka kematian 14 orang pada 1.195 kasus.

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Waspada Penyakit Leptospirosis

Pada kasus DBD, Nusa Tenggara Timur berada pada daerah tertinggi akan kasus tersebut karena terdapat 2.826 warga NTT terserang penyakit DBD dan 33 orang telah meninggal dunia.

Tingginya angka pada kasus DBD di NTT tahun ini mengakibatkan presiden Republik Indonesia Joko Widodo, memberi arahan kepada Kementerian Kesehatan untuk mengerahkan tim medis beserta peralatan kesehatan guna menyelesaikan kasus DBD.

Pemerintah Indonesia saat ini tidak hanya fokus pada Virus Corona atau COVID-19, namun pemerintah juga selalu memantau keadaan Indonesia ketika terjadi beberapa kasus dengan adil, bijak, baik, dan benar.

Pengerahan tim medis dan beberapa peralatan kesehatan tersebut tiba pada Senin (9/3/2020) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur oleh Terawan Agus Purtanto selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia bersama beberapa pejabat lainnya dan Emanuel selaku anggota DPR RI.

Kementerian Kesehatan tiba di NTT dengan membawa bantuan seperti obat-obatan, peralatan kesehatan, dan 30 dokter serta 6 orang perawat untuk menuntaskan kasus DBD yang berbahaya.

“kita membawa bantuan peralatan dan obat-obatan seperti yang dilihat dan pemerintah pusat akan terus support sesuai dengan arahan dari presiden Jokowi. Nanti para dokter dan perawat dari Jakarta akan tinggal disini sampai masalah DBD selesai”. Tutur Terawan.

Baca Juga : Ternyata Beginilah Cara Pencegahan Virus Corona Supaya Tidak Menyerang Tubuh

Wabah di kabupaten Sikka, NTT telah mencapai angka kematian tinggi pada kasus DBD di tahun 2020. Wabah DBD bukanlah persoalan yang sepele, namun setiap wabah yang membawa angka kematian adalah penyakit yang berbahaya. Kewajiban dalam memiliki kesadaran untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat sangat penting.

“ini tanggung jawab bersama. Kita terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Bersih dan sehat diri serta lingkungan”. Jelas Menteri Kesehatan.

Kasus DBD yang terjadi di NTT adalah peringatan bagi masyarakat di Indonesia. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan berbagai penyakit akan mudah menempel pada tubuh manusia. Sehingga pencegahan yang telah ada harus dilaksanakan dengan baik yaitu menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan.

Komentar

Leave a Reply

News Feed