oleh

Tangkap Pembuang Sampah Dapat Hadiah

Yogyakarta(mataberita.com) – Petani di Kecamatan Kalasan, Sleman dan sekitarnya kini sudah bisa memanfaatkan aliran air di Selokan Mataram, setelah empat tahun belakangan tak mendapatkan air untuk irigasi. Namun setelah air mengalir, permasalah baru justru muncul, yakni sampah yang mencemari sungai.

“Kami sudah berjuang untuk mengalirkan selokan mataram, sekarang malah disalahgunakan sebagai tempat pembuangan sampah,” ujar Janu Riyanto Ketua dari Forum Petani Kalasan ¬†saat ditemui Selasa (18/2/2020).

Baca juga : Yogyakarta, Teman Disabet Pedang Karena Emosi

Petani pun mengutuk siapapun yang membuang sampah secara sembarangan. Menurutnya sampah di selokan Mataram sudah memprihatinkan. Mereka kerap mendapati ada popok bayi, sampah rumah tangga, kasur, bahkan bangkai hewan di Selokan Mataram.

“Air jadi tercermar, padahal untuk pertanian. Otomatis hasil produksi pertanian juga kurang bagus,” paparnya.

“Sampah-sampah itu masuk ke sawah. Jadi di sawah sekarang ada popok bayi, plastik. Airnya pun membuat kulit gatal,” imbuhnya.

Baca juga : Dugaan Penyalahgunaan PAD Di Wilayah Kecamatan Playen Terus Bergulir, Ditangani Unit Tipikor Polda DIY

Ia menyebutkan, pelaku pembuangan berasal dari pengendara yang melintas dan warga lainnya. Manurutnya tak ada petani yang membuang sampah di sungai.

Untuk mengatasi masalah sampah itu, petani pun mengadakan seyembara. “Siapa yang menangkap basah pembuang sampah di selokan mataram dan ada buktinya kami berikan hadiah Rp 500 ribu,” bebernya. (nto|trb)

Komentar

Leave a Reply

News Feed