oleh

Yogyakarta, Banjir dan Tanah Longsor Mengintai

Yogyakarta – Awal musim penghujan kini sudah terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satunya di kabupaten Kulon Progo, hujan sudah turun di sebagian besar wilayah di kabupaten tersebut.

Berdasarkan data di Peraturan Daerah (Perda) nomor 6/tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ada 30 Kecamatan rawan bencana banjir dan 53 kecamatan rawan tanah longsor.

Baca Juga : BMKG Sebut Hujan Lebat Terjadi Di Sejumlah Wilayah Gunungkidul

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Suhardiyana mengatakan, bencana yang berpotensi terjadi adalah tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang hingga banjir. Tanah longsor dipastikan selalu terjadi di kabupaten Kulon Progo, tepatnya di daerah yang terletak di area perbukitan.

“Wilayah rawan longsor meliputi kecamatan Kokap, Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, dan sebgaian kecamatan Pengasih,” ujar Suhardiyan saat ditemui oleh mataberita.com

Dia mengatakan, untuk rawan banjir berpotensi terjadi di Kulon Progo sisi selatan. Meski sudah ada normalisasi aliran sungai, namun banjir tetap harus diwaspadai.

“Masyarakat dihimbau untuk waspada saat potensi banjir yang bisa mengancam sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Kepala pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi mengatakan hal yang perlu diwaspadai adalah angin kencang. Pada musim pancaroba atau musim peralihan seperti sekarang ini angin kencang sangan dimungkinkan terjadi. Pohon sudah rapuh mudah tumbang lalu menimpa rumah warga. Bahkan sangat dimungkinkan menimbulkan korban jiwa apabila tidak waspada.

Baca Juga : Satu Tewas dan Dua Terluka Tanah Longsor Banjarnegara

“Musim pancaroba biasanya menimbulkan angin kencang dan pohon tumbang. Masyarakat perlu mewapadainya,” terang Ariadi.

Airadi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan antisipasi untuk mengurangi resiko bencana. BPBD sudah menyiagakan personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan bencana selama 24 jam. Warga yang terdampak bencana dan membutuhkan bantuan, dapat menghubungi petugas tersebut.

Dia juga menjelaskan , antisipasi bencana tanah longsor yang juga sudah disiapkan adalah Early Warning System (EWS) atau pendeteksi bencana. Terdapat 90 titik EWS yang sudah dipasang di wilayah perbukitan di Kulon Progo.

Di Provinsi DIY berdasarkan data di Perda 6/2019 tentang RTRW DIY terdapat 30 kecamatan rawan tanah longsor.

Di Kabupaten Bantul meliputi Kecamatan Pundong, Imogiri, Dlingo, Piyungan, Pleret, dan Kretek. Kabupaten

Gunungkidul meliputi Kecamatan Gedangsari, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Paliyan, Panggang, Patuk, Playen, Ponjonh, Purwosari, Saptosari, Semin, Tanjungsari, Tepus, dan Wonosari.

Kabupaten Sleman meliputi Kecamatan Cangkringan, Minggir, Pakem, Prambanan, dan Turi.

Kabupaten Kulon Progo meliputi Kecamatan Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Pengasih, Samigaluh, dan Temon.

Sedangkan rawan banjir di Yogyakarta tercatat ada 12 kecamatan. Daerah ini berada di bantaran kali Code, Kali Winongo, dan Kali Gajahwong. Kabupaten Kulonprogo meliputi Kecamatan Galur, Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Lendah, Nanggulan, Panjatan, Pengasih, Samigaluh, Sentolo, Temon, dan Wates.

Kabupaten Sleman meliputi kecamatan Berbah, Depok, Gamping, Kalasan, Minggir, Moyudan, Sleman, dan Tempel. Kabupaten Bantul meliputi Kecamatan Bambanglipuro, Banguntapan, Imogiri, Jetis, Kasihan, Kretek, Pajangan, Pandak, Pleret, Pundong, Sanden, Sedayu, Sewon, dan Srandakan. Kabupaten Gunungkidul meliputi Kecamatan Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Panggang, Semin,Wonosari, dan Semanu. (Mataberita.com)

Komentar

Leave a Reply

News Feed